Pengeboran Minyak Ilegal

Pengeboran Minyak Ilegal – Pengeboran minyak merupakan suatu aktivitas yang cukup beresiko mengingat lokasinya berada di tengah laut lepas atau di dekat pemukiman warga. Sering terjadinya insiden terkait pengeboran minyak disebabkan faktor human eror dan kelalaian terhadap pemeriksaan alat-alat yang digunakan. Untuk itu demi menghindari hal yang tidak diinginkan, produksi serta pengawasan terhadap segala aktivitas pengeboran ditangani oleh pihak resmi yang sudah kompeten dan berpengalaman menangani hal serupa. Namun tidak semua anjungan atau tempat pengeboran dikelola resmi dan legal di mata Negara, ada banyak sekali kasus pengeboran ilegal terjadi di Indonesia. Kementrian ESDM menyatakan pengeboran ilegal minyak dan gas dapat dipidanakan, mengingat dampak buruk terhadap lingkungan.

Selain merugikan Negara pengeboran dan penambangan minyak secara ilegal membahayakan masyarakat sekitar, seharusnya pengeboran minyak harus di gunakan sebaik-baiknya oleh Negara untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Indonesia, namun dengan adanya pengeboran sumur minyak secara ilegal maka hanya oknum-oknum tertentu saja yang akan menikmati hasilnya. Faktor keamanan masyrakat sekitar juga dipertaruhkan , melakukan dengan cara ilegal sama saja dengan merusak ekosistem di sekitar. Pengeboran minyak legal biasanya memiliki standar keamanan yang tinggi dan dilakukan dengan cara-cara yang benar tanpa mengabaikan keselamatan pekerja atau masyarakat sekitar. Jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan kerja atau kebocoran maka Industri pengeboran minyak secara legal bisa membuat matinya perekonomian masyarakat sekitar.

Pemerintah harus tegas menindak kasus serupa mengingat semakin maraknya industri pengeboran ataupun pengolahan migas di berbagai wilayah Indonesia, penanganan hokum yang masih lemah sepertinya membuat oknum-oknum tidak bertanggung jawab memnfaatkan setiap celah dengan baik. Pemerintah sendiri juga dinilai lamban dalam memberantas kasus pengeboran minyak illegal ini. Di beberapa wilayah Indonesia kasus serupa sudah menambah daftar rusaknya ekosistem alam karena perbuatan manusia. Di jambi kebocoran minyak mengakibatkan tercemarnya sumur-sumur warga dan mengganggu habitat satwa yang ada di daerah tersebut, titik pengeboran yang berada di dekat taman hutan raya (tahura) sultan thaha syaifuddin sulit ditemukannya spesies satwa burung dan serangga , mereka menghilang karena aktivitas pengeboran yang sangat bising. Sungai yang berada di lokasi tersebut juga tidak luput dari pencemaran dan membunuh spesies ikan dan kehidupan yang ada di dalamnya.

Dampak pengeboran minyak ilegal tidak bisa dianggap angin lalu saja, Akan semakin sulit jika sampai terjadi insiden kecelakaan , maka bisa dipastikan lokasi tersebut dan sekitarnya akan mengalami kerusakan parah pada sumber daya alamnya seperti air, ataupun ph tanah yang berubah. Perlu penanganan yang tegas dan dari pemerintah dan aparat kepolisian, tanpa adanya keseriusan penegakkan hukum ,pengeboran minyak secara ilegal ini akan terus dilakukan dan membuat resah masyarakat, mengancam kesehatan masyarakat setempat, serta membutuhkan biaya yang besar untuk merestorasi lingkungan di kawasan tersebut. Akan semakin sulit jika sampai terjadi insiden kecelakaan , maka bisa dipastikan lokasi tersebut dan sekitarnya akan mengalami kerusakan parah pada sumber daya alamnya seperti air, ataupun ph tanah yang berubah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!